Judul: Ibu terluka, dan tante di sini juga terluka

Sumber:Edisi Khusus Ketangguhan Shan Mu
Ayah XiaoGang, awalnya seorang tukang perahu, kesehatannya menurun akibat aktivitas fisik yang berkepanjangan, dan ia kemudian mengonsumsi alkohol untuk menenangkan diri. Suatu hari, setelah pertengkaran sengit antara orang tuanya, darah mulai mengalir dari dahi ibunya. Saat ayahnya tidur, ibunya segera menelepon polisi dan membawa Xiaogang pergi. "Ketika tahu kami akan pergi ke tempat penampungan, hati saya sangat menolak" kata Xiaogang, menggambarkan imajinasi pada awalnya. "Saya pikir itu akan menjadi ruangan kecil yang disekat di mana kami akan diantar makanan sehari tiga kali dan kami hanya akan duduk di sana dan menatap kosong."

Lalu, ketika mereka tiba di penampungan, mereka menyadari bahwa keadaannya benar-benar berbeda. Para pengasuh, konselor kehidupan, dan pekerja sosial yang tinggal di sana bekerja sama untuk mengurus kehidupan sehari-hari mereka, sehingga mereka dapat menyatu secara alami. Xiaogang berkata, "Penampungan ini seperti keluarga besar. Semua orang saling mengenal secara alami dan hidup dengan nyaman." Berbicara tentang pengalamannya tinggal di penampungan, Xiaogang berkata, "Ibu saya terluka, dan para pengasuh di sini juga terluka..."

Xiaogang ingat ibunya bekerja dari pagi hingga malam, tak pernah istirahat. Setibanya di tempat penampungan, Xiaogang terkadang mengobrol dengan suara keras bersama temannya, saat berbalik melihat ibunya ternyata masih tertidur lelap. Ia merasa terhibur dan damai, menyadari betapa berharganya hal-hal sederhana seperti itu.

"Juga pernah saya terbangun dan menemukan keluarga baru." Xiaogang menggambarkan perubahan di penampungan tersebut. Seorang wanita pernah membawa empat orang anak untuk tinggal disana. Ada yang nakal, ada yang pemalu, dan begitu mereka mulai bermain, ruang tamu menjadi ramai. Ada juga seorang tante yang menangis seharian setelah tiba di penampungan, menolak untuk keluar atau berinteraksi dengan siapa pun. Berkat dampingan dan dukungan dari pekerja sosial dan konselor kehidupan, ia secara bertahap mulai makan dan hidupnya menjadi lebih teratur.

Melihat begitu banyak "kejutan " yang terjadi di penampungan, Xiaogang mengaku, "Aku heran mengapa bisa ada begitu banyak hal yang menyedihkan." Maka ia mulai belajar untuk menenangkan pikiran dan melihat hal dari sisi positifnya.

Ketika tiba saatnya meninggalkan penampungan, Xiaogang merasa sangat tidak rela. Ia sudah terbiasa membantu para pengasuh disana mengurus anak-anak lainnya. Ibu Xiaogang juga sering mengobrol dengan para pengasuh sehingga mereka memiliki banyak kenangan indah. Di sini, semua orang menemukan waktu istirahat dan mendapatkan kembali rasa aman. Melihat ibunya perlahan mendapatkan kepercayaan diri dan kekuatan dan juga wajahnya yang lebih sering tersenyum, Xiaogang tahu bahwa inilah kehangatan keluarga yang paling mereka kenal.
Kembali
 Tekan di sini untuk meninggalkan
Jika Anda merasa dalam bahaya, silakan klik di sini untuk keluar.